Kalbar  

Skandal Berita Voli? Situs Faktakalbar.id Alami Gangguan Teknas “403 Forbidden”

Situs Faktakalbar.id Tumbang Tampilkan "403 Forbidden", Diduga Akibat Serangan Siber Buntut Berita Voli Proliga(Foto: Web Fakta Kalbar)

Faktababel.id — Portal berita lokal Faktakalbar.id dilaporkan mengalami gangguan teknis serius dan tidak dapat diakses oleh publik. Sejak beberapa waktu terakhir, pengunjung yang mencoba membuka laman tersebut hanya mendapati layar hitam dengan pesan peringatan “403 Forbidden”.

Tumbangnya situs web ini diduga kuat merupakan dampak dari serangan siber yang berkaitan dengan liputan sensitif mereka baru-baru ini. Melalui pernyataan resmi, pihak pengelola memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. “Website kami sedang mengalami gangguan dan sementara belum dapat diakses. Saat ini sedang dalam penanganan,” tulis keterangan pengelola.

Indikasi Serangan “BuzzeRP” Terkait Berita Voli

Penyebab gangguan ini memicu kecurigaan besar setelah muncul pertanyaan dari pihak internal, “Karena berita volly kah???”. Dugaan tersebut diperkuat oleh pernyataan akun Instagram resmi Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (LI BAPAN) DPD Kalbar, @bapan.kalbar.

Pihak BAPAN Kalbar secara terbuka mengklaim bahwa situs tersebut sengaja dilumpuhkan oleh pihak yang mereka sebut sebagai “BuzzeRP”. Serangan ini dituding sebagai reaksi atas pemberitaan berani terkait isu seputar turnamen bola voli yang tengah ramai diperbincangkan.

Langkah Perlawanan: Arsip Digital di Media Sosial

Sebagai bentuk perlawanan agar informasi tidak hilang, akun @bapan.kalbar berinisiatif merangkum seluruh pemberitaan terkait isu Proliga tersebut melalui fitur Sorotan (Highlight) di Instagram.

“Karena Web Fakta diserang BuzzeRP akibat pemberitaan VOLI, kita tambahkan SOROTAN agar semua jejak digital dirangkum RAPI tidak ada yang terSkip,” tegas akun tersebut.

Langkah ini diambil guna memastikan publik tetap dapat mengakses informasi meskipun situs utama sedang dalam upaya pemulihan server. Tim teknis Faktakalbar.id dikabarkan masih terus bekerja untuk menormalkan kembali layanan mereka.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *