Skandal Harga Energi Global? Komisi XII DPR RI Desak Transparansi Stok Subsidi

Stok LPG 3 Kg Nataru DKI Jakarta Aman, Harga Sesuai HET
LPG 3 Kg (Dok. Ist)

Faktababel.id – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo, meminta pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi yang tepat dan terukur menyusul kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta gas elpiji 12 kg. Langkah ini dinilai krusial guna melindungi daya beli masyarakat dari dampak langsung maupun tidak langsung akibat dinamika pasar global.

Sartono menekankan bahwa intervensi pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat pasar agar tidak terjadi lonjakan yang liar. “Pemerintah harus memastikan tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan di pasar hingga menjaga agar harga tetap sesuai dengan nilai keekonomian yang wajar,” ujar Sartono dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).

Dorong Energi Alternatif dan Transparansi Pasokan

Selain mitigasi jangka pendek, Sartono mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi alternatif sebagai solusi jangka panjang. Upaya ini dianggap penting guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang harganya kerap bergejolak. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penetapan harga dan jaminan pasokan energi subsidi agar tetap tersedia bagi masyarakat bawah.

“Komunikasi publik yang jelas sangat penting agar masyarakat memahami bahwa kebijakan ini adalah bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fiskal dan stabilitas energi nasional,” tambah legislator asal Demokrat tersebut. Sartono mengingatkan bahwa keterbukaan informasi akan membantu meredam spekulasi negatif di tengah masyarakat.

Fokus Perlindungan Kelompok Masyarakat Rentan

Sartono optimis bahwa jika mitigasi dilakukan dengan cermat, gejolak ekonomi yang lebih luas dapat dihindari. Menurutnya, kunci utama keberhasilan kebijakan ini bukan pada penyesuaian harganya, melainkan pada eksekusi perlindungan sosial yang efektif dan tepat sasaran bagi kelompok rentan.

“Dampak terhadap daya beli dapat ditekan jika pemerintah fokus pada bagaimana mengelola dampaknya secara efektif serta memastikan keberpihakan kepada masyarakat yang rentan,” tegas Sartono. Meski memahami bahwa BBM nonsubsidi dan elpiji 12 kg dikonsumsi menengah ke atas, ia mengingatkan fluktuasi pasar global tetap akan memberikan tekanan pada rantai ekonomi nasional.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *