Faktababel.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan menerima surat kepercayaan (Letter of Credentials) dari 17 calon duta besar (dubes) luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat pada Senin (8/6) pekan depan. Kepastian mengenai jalannya agenda diplomatik harian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
Menurut penjelasan Prasetyo, prosesi sakral penyerahan surat kepercayaan itu akan digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Jadwal ini sengaja dirancang bersamaan dengan hari pelaksanaan pelantikan sejumlah pejabat negara baru demi efektivitas kinerja pemerintahan.
“Untuk efektivitas, (penyerahan surat kepercayaan oleh Dubes) kita rencanakan di hari yang sama ya. Kalau forum pelantikannya kan tentu berbeda, gitu,” ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6) malam, dikutip dari Detik.com. “Pelantikan pejabat negara dengan penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat,” sambungnya.
Menlu Sugiono Pastikan Komunikasi Bilateral Tetap Intensif
Sebelum agenda resmi ini bergulir, Menteri Luar Negeri, Sugiono, juga telah mengonfirmasi bahwa Kepala Negara akan menyambut hangat belasan calon korps diplomatik baru tersebut. Sugiono menyatakan bahwa dirinya telah bergerak cepat melakukan pertemuan pendahuluan secara personal dengan masing-masing duta besar yang tengah menunggu giliran penyerahan kredensial tersebut.
Langkah taktis harian ini diambil guna memastikan roda diplomasi, jalinan hubungan bilateral, serta komunikasi politik antar-negara tetap berjalan dengan baik tanpa hambatan birokrasi. “Yang pasti, substansi dari kerja sama bilateral tetap berjalan,” tegas Menlu Sugiono pada Rabu (3/6), dikutip dari Antara.
Momen Penguatan Hubungan Internasional Indonesia
Agenda penyerahan kredensial pada pekan depan ini menjadi momen penting bagi penguatan hubungan internasional Indonesia di bawah nakhoda kepemimpinan Presiden Prabowo. Kehadiran 17 utusan diplomatik baru ini diharapkan mampu mendongkrak sinergi global di berbagai sektor strategis.
Tercatat dalam risalah harian, terakhir kali Presiden Prabowo menerima Letter of Credentials secara resmi adalah pada November 2025 lalu. Pada saat itu, dokumen kepercayaan diplomatik diserahkan secara langsung oleh delapan duta besar negara sahabat di istana.
*(Drw)











