Faktababel.id — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengumumkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 pada hari ini, Selasa (19/5/2026). Sinyal positif ini disampaikan Purbaya menjelang rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia mengklaim performa kas negara kali ini bakal mematahkan proyeksi minor para analis.
Publik menanti rilis dokumen “APBN Kita” ini karena rapor kuartal sebelumnya sempat memicu kekhawatiran. Hingga akhir Maret 2026, APBN mencatatkan defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut membengkak 140,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya menyentuh Rp 99,8 triliun. Defisit triwulan pertama ini bahkan telah menghabiskan 34,8 persen dari total target tahunan sebesar Rp 689,1 triliun. Namun, Purbaya meminta masyarakat tidak panik karena fondasi fiskal Indonesia dinilai sangat kokoh.
Rincian Pendapatan Negara Sektor Pajak dan PNBP
Jika menilik data kinerja APBN per Maret 2026, pendapatan negara sebenarnya tumbuh positif sebesar 10,5 persen (year-on-year/yoy) dengan total raihan Rp 574,9 triliun. Sektor perpajakan menjadi motor utama pergerakan kas:
Setoran Pajak: Mencapai Rp 462,7 triliun atau melonjak 14,3 persen, di mana penerimaan pajak murni menyumbang Rp 394,8 triliun.
Kepabeanan & Cukai: Masih mengalami kontraksi sebesar 12,6 persen menjadi Rp 67,9 triliun.
PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak): Mengalami penurunan tipis 3 persen ke angka Rp 112,1 triliun.
Akselerasi Belanja Negara Ditopang Pemerintah Pusat
Di sisi pengeluaran, belanja negara melonjak drastis hingga 31,4 persen (yoy) dengan realisasi serapan mencapai Rp 815,0 triliun. Akselerasi yang sangat agresif ini dipicu oleh gerak belanja pemerintah pusat yang menyerap anggaran sebesar Rp 610,3 triliun atau tumbuh 47,7 persen.
Sementara itu, pos Transfer ke Daerah (TKD) tercatat sedikit melambat dengan koreksi 1,1 persen ke angka Rp 204,8 triliun. Dengan rilis data teranyar per April 2026 hari ini, Kemenkeu optimistis pemulihan pendapatan negara akan membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional.
*(Drw)













