Dampak Lonjakan Kasus di Argentina, Kemenkes Dunia Waspadai Strain Virus Andes

Waspada 'Super Flu' H3N2 di Indonesia
/(pixabay)

Faktababel.id — Dunia kesehatan internasional tengah bersiaga menyusul laporan kemunculan Hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius. Kapal yang bertolak dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April lalu ini memicu kekhawatiran global setelah tiga penumpangnya dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan infeksi virus mematikan tersebut.

Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi telah terdeteksi lima kasus positif dan sejumlah kasus suspek lainnya. Tedros memperingatkan kemungkinan bertambahnya jumlah penderita mengingat masa inkubasi virus Andes—salah satu strain Hantavirus—dapat mencapai enam minggu.

Penyebaran Global dan Isolasi Penumpang

Pasca-pelayaran, ratusan kru dan penumpang telah tersebar ke setidaknya 12 negara berbeda. Berikut rincian kondisi di beberapa wilayah:

  • Belanda: Pasangan suami istri meninggal dunia di atas kapal, sang istri terkonfirmasi positif.

  • Swiss: Satu warga menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Zurich.

  • Singapura: Dua warga senior diisolasi setelah satu penerbangan dengan pasien terkonfirmasi menuju Johannesburg.

  • Argentina: Mencatat lonjakan drastis dengan 101 kasus infeksi sejak Juni 2025.

Mengenal Bahaya Hantavirus

Hantavirus merupakan penyakit pernapasan langka yang ditularkan melalui hewan pengerat (tikus). Infeksi terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan yang terinfeksi, serta melalui aerosol (udara). Penyakit ini dapat memicu komplikasi fatal pada jantung dan paru-paru (Hantavirus Pulmonary Syndrome).

WHO kini memantau ketat pergerakan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayaran MV Hondius guna mencegah pandemi lebih luas. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap gejala awal seperti demam tinggi, nyeri otot, dan sesak napas akut.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *