Jisoo BLACKPINK: Perjalanan Inspiratif dari Idol K-Pop Menuju CEO Agensi dan Tantangan Baru di Industri Hiburan Global

Jisoo BLACKPINK/(Instagram)

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET – Jisoo BLACKPINK kembali mencuri perhatian publik, bukan hanya sebagai idol K-Pop, namun juga sebagai CEO agensinya sendiri.

Dalam penampilan terbarunya di program YouTube “Salon Drip 2″ pada 4 Februari, Jisoo membuka lembaran baru dalam kariernya dengan berbagi wawasan mengenai peran barunya sebagai pemimpin perusahaan.

Perubahan peran dari trainee dan idol di YG Entertainment menuju seorang CEO menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal pengelolaan dan pengambilan keputusan strategis.

Di tengah transisi tersebut, Jisoo mengungkapkan berbagai kendala yang harus dihadapi.

“Masalah terbesar adalah berurusan dengan penyelesaian. Sekarang aku bisa melihat semuanya. Bahkan hal-hal seperti pembelian mouse pun harus disetujui,” ungkapnya. dilansir dari berbagai sumber.

Ungkapan tersebut mencerminkan betapa detail dan kompleksnya tugas yang kini harus ia tangani. Tak hanya itu, Jisoo juga merenungkan masa lalunya sebagai trainee di YG Entertainment, yang sering kali dikatakan sebagai masa-masa penuh tantangan dan keunikan.

Mengungkapkan kenangan masa lalunya, Jisoo mengatakan bahwa dirinya pernah dicap sebagai trainee “aneh” oleh staf YG Entertainment. “Staf mengatakan kepadaku, ‘Kami belum pernah melihat orang seperti kamu’. Rasanya seperti aku melakukan hal-hal dengan bebas yang tidak akan dilakukan trainee lain karena takut dimarahi,” jelasnya. dilansir dari berbagai sumber.

Kenangan itu kini berubah menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengambil alih kendali penuh dalam mengelola agensinya sendiri. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dalam hal keberanian untuk mengambil keputusan dan merintis karier di luar zona nyaman.

Sebagai CEO, Jisoo kini harus berurusan dengan berbagai aspek manajerial yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan saat ia masih menjadi trainee.

Tantangan seperti pengelolaan aset, persetujuan pembelian barang bahkan hal-hal kecil sekalipun harus melalui proses yang ketat. “Aku berpikir, ‘Apakah aku perlu tahu tentang ini juga?’ Awalnya aku memberi tahu mereka, ‘Aku ingin melihat semuanya’. Begitulah seluruh masalah mouse ini muncul, dan aku berpikir, ‘Mengapa mereka tidak membeli yang bagus dari awal saja?'” ungkapnya dengan nada canda namun penuh refleksi. dilansir dari berbagai sumber.

Perjalanan ini menunjukkan bahwa di balik kemewahan dunia hiburan, terdapat proses belajar dan adaptasi yang tidak mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *