Presiden Prabowo di Satu Abad NU: Jamin Ketersediaan Pupuk Adil bagi Petani dan Targetkan Swasembada Pangan Total dalam 3 Tahun

Indonesia Raih Dukungan Tiongkok untuk Presiden Dewan HAM PBB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025)/dpr.go.id.

Faktababel.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah telah berhasil menjamin ketersediaan pupuk bagi seluruh petani dengan harga yang lebih terjangkau. Kebijakan ini diklaim sebagai faktor kunci dalam memperkuat stabilitas swasembada pangan nasional sejak awal masa jabatannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama yang disiarkan melalui kanal Sekretariat Presiden, Minggu (8/2/2026). Menurut Kepala Negara, distribusi pupuk saat ini dilakukan secara lebih adil dan merata guna mendukung produktivitas lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

“Saya sudah buktikan, pemerintah sudah buktikan begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup dan dengan harga yang kita turunkan,” kata Presiden Prabowo.

Capaian Stok Beras dan Target Swasembada

Selain urusan pupuk, Presiden Prabowo memaparkan capaian signifikan di sektor pangan. Saat ini, cadangan beras nasional berada pada level tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Stok yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah menunjukkan keberhasilan pengelolaan logistik pangan nasional.

Pemerintah secara resmi menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025. Presiden optimis bahwa dalam waktu dekat Indonesia juga akan mencapai swasembada jagung, serta menargetkan kemandirian pangan secara menyeluruh dalam tiga tahun mendatang.

“Insya Allah dalam 3 tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” ujarnya. Upaya ini dibarengi dengan komitmen untuk menurunkan harga pangan di pasar agar lebih terjangkau oleh rakyat melalui penguatan produksi dalam negeri dan efisiensi distribusi.

Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti progres program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu pilar swasembada pangan nasional dari sisi konsumsi gizi. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh tanah air.

Penerima manfaat tersebut mencakup anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan program agar menyentuh angka 82,3 juta penerima manfaat sebelum berakhirnya tahun 2026.

“Kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu dan orang-orang tua dan insya Allah sebelum akhir tahun 2026 ini, kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” imbuh Presiden Prabowo.

Melalui sinergi distribusi pupuk yang tepat sasaran dan penguatan cadangan pangan, pemerintah yakin kedaulatan pangan Indonesia akan semakin kokoh di masa depan, menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri secara pangan sepenuhnya.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *