Badan Gizi Nasional Siapkan 4 Skema Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) Selama Ramadan 2026

Program MBG Serap 780 Ribu Tenaga Kerja Baru
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana/Dok. BGN.

Faktababel.id, EKONOMI – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan langkah antisipasi agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan efektif selama bulan suci Ramadan 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun empat skema penyesuaian mekanisme penyaluran.

Penyesuaian ini dirancang agar layanan nutrisi tetap menjangkau seluruh penerima manfaat tanpa mengganggu kekhusyukan pelaksanaan ibadah puasa masyarakat.

“Untuk Ramadan, Makan Bergizi akan tetap berlanjut. Ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan guna menyesuaikan kondisi di lapangan,” ujar Dadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Rincian 4 Skema Penyaluran MBG Selama Ramadan

Berikut adalah detail empat mekanisme yang disiapkan oleh Badan Gizi Nasional:

  1. Wilayah Mayoritas Muslim: Bagi anak sekolah di daerah yang mayoritas penduduknya berpuasa, makanan tetap dikirim ke sekolah namun dalam bentuk makanan tahan lama. Paket ini dimaksudkan untuk dibawa pulang dan dikonsumsi oleh siswa saat waktu berbuka puasa.

  2. Wilayah Non-Muslim: Bagi sekolah di daerah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan ibadah puasa, distribusi MBG tetap berjalan normal sesuai jadwal harian biasa.

  3. Kelompok Prioritas: Layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita dipastikan tidak mengalami perubahan. Distribusi akan tetap dilakukan seperti hari-hari biasa selama Ramadan.

  4. Lingkungan Pesantren: Khusus untuk pesantren, waktu pelayanan akan digeser. Proses memasak dilakukan pada siang hari di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan makanan disajikan tepat saat waktu berbuka puasa.

Integrasi Layanan untuk Lansia dan Disabilitas

Selain fokus pada penyesuaian Ramadan, Dadan menambahkan bahwa pemerintah tengah mematangkan integrasi layanan MBG bagi kelompok lansia sebatang kara dan penyandang disabilitas.

Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Sosial. BGN sedang merumuskan apakah bantuan makanan rutin bagi kelompok rentan ini akan dikelola sepenuhnya oleh Kemensos atau dialihkan ke Badan Gizi Nasional.

“Mekanismenya sedang kita matangkan bersama agar bantuan makanan ini lebih terpadu dan tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan,” pungkas Dadan.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *