Pertamina Sulap Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Hijau di Kilang Cilacap, Serap 5.900 Tenaga Kerja

Pertamina EP Kelola Mandiri Sumur Gas Jatinegara
Foto dokumen Pertamina

Faktababel.id, EKONOMI – PT Pertamina (Persero) melakukan lompatan besar dalam transisi energi nasional melalui proyek Biorefinery di Kilang Cilacap. Inovasi ini memungkinkan pengolahan minyak goreng bekas atau minyak jelantah menjadi bahan bakar hijau bernilai tinggi yang diakui dunia internasional.

Langkah strategis ini diklaim sebagai bentuk nyata dukungan Pertamina terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan swasembada energi nasional. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, ketergantungan pada impor energi fosil diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Direktur Pertamina, Emma Sri Martini, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar upaya menjaga kelestarian lingkungan. Hilirisasi energi ini memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

“Dengan investasi mencapai Rp19 triliun, proyek hilirisasi ini diprediksi mampu menyerap hingga 5.900 tenaga kerja,” ujar Emma dalam keterangan resminya, Sabtu (7/2/2026).

Sustainable Aviation Fuel (SAF) Jadi Produk Unggulan

Produk andalan yang dihasilkan dari Biorefinery Cilacap adalah Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat ramah lingkungan. Produk ini dilaporkan sudah mulai diminati oleh berbagai maskapai internasional yang berkomitmen pada pengurangan emisi.

Selain meningkatkan nilai ekonomi limbah, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku utama diharapkan mampu memperbaiki defisit transaksi berjalan nasional melalui pengurangan impor bahan bakar cair berbasis fosil.

Penurunan Emisi Karbon Secara Masif

Dengan memanfaatkan teknologi katalis hasil karya anak bangsa, Pertamina optimistis pengoperasian kilang hijau ini dapat menurunkan emisi karbon hingga 600 ribu ton per tahun.

Proyek ini menjadi bukti konkret bahwa limbah rumah tangga, jika dikelola dengan teknologi yang tepat, bisa bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi hijau masa depan Indonesia. Pertamina berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas produksi bahan bakar hijau guna mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *