FAKTABABEL.ID – Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si bukan orang baru di bidang Kehumasan. Di balik kelembutan dan ketenangan tutur katanya, tersimpan perjalanan panjang yang ditempa oleh ritme kerja keras birokrasi negara.
Bagi Hida, sapaan akrabnya, jabatan bukanlah tujuan akhir. Ia lebih memaknainya sebagai ruang pengabdian. Di BGN, ia berada di garis depan komunikasi publik, merajut kepercayaan masyarakat, sekaligus mengawal pesan besar negara melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG)—program yang menyentuh langsung kehidupan jutaan anak dan keluarga Indonesia.
Namun, jauh sebelum mengenakan atribut BGN, Hida telah melalui “sekolah kehidupan” yang tak ia lupakan. Hampir satu dekade bekerja di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Pandjaitan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menjadi fase pembentuk karakter yang kuat.
“Saya bersyukur pernah bekerja di bawah bimbingan Pak Luhut. Perjalanan itu bukan sekadar pengalaman kerja, tapi sekolah kehidupan yang sangat berharga,” ujarnya suatu siang, usai menyambangi kantor Dewan Ekonomi Nasional.
Dari sosok Luhut, Hida belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya soal ketegasan, tetapi juga keberanian menyatukan perbedaan. Ia menyaksikan langsung bagaimana koordinasi lintas sektor dijalankan dengan disiplin, kecepatan, dan visi besar untuk kepentingan nasional.
“Beliau mengajarkan bahwa ego sektoral harus dikalahkan. Negara tidak bisa dikelola dengan cara parsial,” tutur Hida.
Di tengah tekanan pekerjaan dan dinamika kebijakan, Hida ditempa untuk berpikir strategis, bertindak cepat, dan tetap menjaga integritas. Proses itu, menurutnya, tidak selalu mudah. Namun justru dari situlah ketangguhan dibangun.
Nilai-nilai tersebut kini ia bawa ke Badan Gizi Nasional—lembaga yang lahir dari kesadaran negara bahwa gizi adalah fondasi utama kualitas sumber daya manusia. Sebagai Karo Kummas, Hida bertugas memastikan setiap kebijakan, program, dan langkah BGN tersampaikan secara jernih, akurat, dan dapat dipercaya publik.
Ia bukan sosok baru di dunia kehumasan. Kariernya dimulai sebagai PNS di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2009, lalu berlanjut di Kemenko Maritim sejak 2014. Dari posisi teknis hingga strategis, Hida bertumbuh melalui kerja sunyi—mengelola informasi, membangun narasi, dan menjaga reputasi institusi.
Pendidikan menjadi fondasi kuat dalam perjalanan tersebut. Lulusan Antropologi Budaya UGM, magister Psikologi Sosial, hingga doktor dari Universitas Indonesia, Hida memadukan pemahaman budaya, perilaku manusia, dan kebijakan publik dalam setiap perannya.
Deretan penghargaan yang ia terima—mulai dari INSAN PR Indonesia, PR Paling Berpengaruh, hingga Satya Lencana Karya Satya—datang bukan sebagai tujuan, melainkan konsekuensi dari konsistensi.
Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kepercayaan kembali diberikan. Setelah sempat menjabat Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Hida kini mengemban peran lebih luas sebagai Karo Kummas. Tugasnya jelas: membangun komunikasi dua arah, mengelola isu, serta memastikan BGN hadir sebagai lembaga yang profesional dan humanis.
Bagi Hida, perjalanan masih panjang. Ia mengaku terus belajar—menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih tenang di bawah tekanan, dan tetap rendah hati dalam pengabdian.
“Terima kasih, Bapak. Semoga keteladanan itu terus menginspirasi,” ucapnya lirih, mengenang sosok guru kehidupan yang membentuknya.
Di ruang kerja BGN, cerita tentang kepemimpinan, ketulusan, dan pengabdian itu kini berlanjut—menjadi bagian dari upaya besar membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.
Perjalanan Karier
Jejak akademik Khairul Hidayati berawal dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Antropologi Budaya pada 2004. Di kampus yang sama, Hida melanjutkan studi magister dengan konsentrasi Psikologi Sosial, yang diselesaikannya dalam waktu relatif singkat, yakni 16 bulan. Gelar doktor kemudian diraihnya dari Universitas Indonesia pada 2024, setelah menuntaskan studi selama lima semester.
Perempuan kelahiran Grobogan, 9 September ini sempat menapaki dunia kerja di sektor swasta sebelum memilih jalur pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Karier PNS-nya dimulai di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2009.
Pada Oktober 2014, Hida mendapat penugasan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, yang kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Di institusi ini, perjalanan kariernya berkembang pesat.
Ia mengawali tugas sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha, menangani urusan administrasi dan protokol di Biro Umum Sekretariat Kemenko Bidang Kemaritiman. Tak berselang lama, Hida dipercaya mengisi posisi Kepala Sub Bagian Publikasi pada Bagian Humas, Biro Informasi dan Hukum, selama periode Juli 2015 hingga Juli 2016.
Setahun kemudian, ia kembali mendapat kepercayaan sebagai Kepala Sub Bagian Dokumentasi di unit kerja yang sama, jabatan yang diembannya hingga Mei 2018. Dinamika tugas di dua posisi tersebut selama lebih dari lima tahun menjadi fase penting yang mengasah kompetensi dan kepemimpinannya di bidang kehumasan.
Puncaknya, pada 6 Mei 2020, Hida ditunjuk sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenko Marves. Di posisi ini, perannya semakin strategis dalam mengelola komunikasi publik lintas sektor.
Pada pertengahan 2024, ia kembali ke instansi induk Kementerian Kelautan dan Perikanan, menjalankan tugas sebagai Pranata Humas Ahli Madya di Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL).
Sepanjang perjalanan kariernya, Hida menorehkan sejumlah capaian. Pada 2004, ia dianugerahi penghargaan sebagai Lulusan Termuda dan Cumlaude Program Sarjana UGM. Ia juga dikenal sebagai penggagas Aplikasi PESAN (Pengelolaan Aspirasi Kemaritiman), yang menjadi kanal pengaduan resmi Kemenko Marves pada periode 2018–2025.
Di bidang kehumasan, berbagai apresiasi turut mengiringi langkahnya. Hida meraih INSAN PR Indonesia 2022 serta PR Paling Berpengaruh 2023 dari Lembaga PR Indonesia. Sementara itu, pada 2019, ia dianugerahi Satya Lencana Karya Satya X Tahun oleh Presiden Republik Indonesia.
Seiring pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 di era Presiden Joko Widodo, Hida kembali mendapat kepercayaan. BGN resmi dipimpin oleh Dadan Hindayana yang dilantik di Istana Negara pada 19 Agustus 2024.
Di tengah transisi kepemimpinan nasional, karier Hida justru berlanjut. Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia ditunjuk sebagai Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN sejak 1 Desember 2024 hingga 6 Maret 2025.
Sejak 7 Maret 2025, Hida mengemban amanah sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN. Dalam peran ini, ia berada di garda terdepan membangun, menjaga, dan memperkuat citra serta reputasi BGN melalui komunikasi dua arah dengan publik. Karo Kummas berfungsi sebagai jembatan informasi, pengelola krisis, sekaligus pendukung utama berbagai aktivitas strategis lembaga.[mut]











