Faktababel.id, NASIONAL – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah bersiap melakukan langkah drastis dalam struktur organisasinya. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini berencana merampingkan portofolio bisnisnya dengan memangkas lebih dari 60 anak perusahaan, Rabu (14/1/2026).
Keputusan strategis ini merupakan bagian integral dari visi “Telkom 30”. Program ini bertujuan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin di sektor infrastruktur digital nasional dengan mengeliminasi unit bisnis yang tidak lagi relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
Penilaian Mendalam dan Penertiban Unit Bisnis
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penilaian (assessment) mendalam terhadap seluruh unit bisnis yang ada di bawah payung grup. Fokus utamanya adalah memastikan setiap anak usaha memberikan kontribusi nyata dan selaras dengan bisnis inti telekomunikasi.
“Kami tidak ragu untuk menertibkan unit yang dianggap tidak relevan atau berada di luar koridor bisnis digital,” tegas manajemen dalam keterangannya. Langkah ini diambil guna menghindari tumpang tindih fungsi dan beban biaya operasional yang tidak perlu.
Skenario Penutupan Hingga Pengalihan ke Danantara
Mengenai nasib puluhan anak usaha tersebut, Telkom telah menyiapkan beberapa skenario strategis, antara lain:
Penutupan: Untuk unit yang sudah tidak memiliki prospek bisnis.
Penjualan/Divestasi: Melepas kepemilikan kepada pihak ketiga.
Penggabungan (Merger): Menyatukan unit-unit dengan fungsi serupa untuk efisiensi.
Menariknya, terdapat peluang besar untuk mengalihkan beberapa entitas ke induk BUMN baru, Danantara. Skenario pengalihan ini terutama berlaku bagi unit bisnis yang bergerak di sektor non-inti (non-core) seperti:
Asuransi
Layanan Kesehatan
Bisnis Perhotelan
Dengan memisahkan lini bisnis non-inti, manajemen Telkom diharapkan dapat lebih lincah dalam melakukan inovasi di sektor konektivitas dan platform digital yang menjadi keunggulan utamanya.
(*Drw)











