Pertapreneur Aggregator 2026: Strategi Pertamina Dorong UMKM Pangan Naik Kelas & Berstandar HACCP

Bantuan Kemanusiaan: Tembus Lokasi Terisolasi via Laut & Udara
Pertamina Indonesia/(foto:ilustrasi/fakta)

Faktababel.id, NASIONAL – PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menyokong sektor ekonomi kerakyatan melalui program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025-2026. Program strategis ini dirancang untuk membina Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang profesional dan berstandar tinggi.

Dilansir pada Jumat (16/1/2026), tujuan utama program ini adalah mencetak UMKM yang tidak hanya sekadar memproduksi barang, tetapi memiliki daya saing kuat di pasar nasional maupun internasional.

Keamanan Pangan Sebagai Fondasi Utama

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menekankan bahwa keamanan pangan (food safety) adalah fondasi utama dalam seluruh rangkaian pendampingan ini. Pertamina mendorong mitra binaan untuk menghadirkan produk yang aman dan telah teruji klinis.

“Hal ini sejalan dengan misi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui konsumsi pangan lokal yang bermutu,” ujar Baron. Langkah ini juga merupakan bagian dari kontribusi nyata Pertamina dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Kisah Sukses: Sertifikasi HACCP Imago Raw Honey

Salah satu contoh sukses dari program PAG ini adalah Imago Raw Honey. Produk madu lokal ini berhasil meraih sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) pada akhir 2025, sebuah standar internasional untuk keamanan pangan.

Proses pendampingan yang intensif melibatkan para ahli dan mentor dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Rangkaian kegiatan pembinaan ini mencakup:

  • Penyusunan strategi bisnis yang komprehensif.

  • Peningkatan kapasitas produksi sesuai standar industri.

  • Validasi lapangan yang dilakukan pada Januari 2026.

Pendampingan Riil dan Hibah Tepat Sasaran

Melalui pengecekan aset dan kapasitas produksi secara riil di lapangan, Pertamina memastikan bahwa bantuan hibah serta pendampingan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Dengan pemantauan berkala, Pertamina optimis mitra binaan mereka dapat “Naik Kelas” secara signifikan, baik dari segi omzet, kualitas produk, maupun jangkauan pasar.

Program Pertapreneur Aggregator membuktikan bahwa kolaborasi antara korporasi, akademisi, dan pelaku usaha kecil dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan mandiri bagi masa depan Indonesia.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *