Faktababel.id, NASIONAL – Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyoroti ancaman serius yang membayangi pascabencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Menurutnya, dampak bencana kali ini tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga berpotensi besar melumpuhkan ketahanan ekonomi masyarakat secara nasional.
Dilansir pada Jumat (16/1/2026), kerusakan infrastruktur dan terhentinya aktivitas pasar diperkirakan akan memberikan kontribusi terhadap kenaikan angka kemiskinan nasional sebesar 0,49%. Fenomena ini dikhawatirkan akan menekan jumlah masyarakat kelas menengah yang rentan jatuh miskin akibat kehilangan aset.
Intervensi Pemerintah: Mencegah Krisis Sosial
Cak Imin menekankan bahwa pemerintah harus bergerak cepat agar krisis lingkungan ini tidak bertransformasi menjadi krisis sosial-ekonomi yang berkepanjangan. Banyak warga yang kini kehilangan modal usaha dan sumber pendapatan utama mereka akibat ladang atau tempat usaha yang hancur.
“Perlu intervensi cepat agar krisis ini tidak membebani warga lokal terlalu lama,” tegas Cak Imin.
Solusi Strategis: Padat Karya dan Modal Rintisan
Sebagai langkah pemulihan cepat, pemerintah mengusulkan dua skema bantuan utama untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan di wilayah terdampak:
Program Cash for Work: Program padat karya tunai yang melibatkan warga dalam pembersihan dan perbaikan infrastruktur ringan. Warga akan mendapatkan upah harian melalui pelatihan kerja berbayar yang didanai oleh APBN.
Modal Rintisan Usaha: Pemberian stimulan sebesar Rp5 juta per keluarga yang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM. Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk merintis kembali usaha mereka yang sempat terhenti.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memulihkan aset produktif masyarakat. Dengan kombinasi bantuan modal dan lapangan kerja sementara, diharapkan daya beli masyarakat di Sumatera dan Aceh dapat segera kembali stabil dan menekan laju kemiskinan nasional tahun ini.
(*Drw)









