Faktababel.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bangga yang mendalam saat menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Dalam acara tersebut, Presiden dibuat terkesima oleh penampilan para siswa yang mahir berpidato menggunakan berbagai bahasa asing dengan sangat lancar.
Prabowo mengaku kagum karena para pelajar tersebut mampu menguasai bahasa Inggris dalam waktu yang relatif singkat sejak sekolah mereka diresmikan. Beliau membandingkan pengalamannya sendiri yang fasih berbahasa asing karena lama tinggal di luar negeri, sementara para pelajar ini menunjukkan bakat alami yang luar biasa meski belajar di dalam negeri dengan fasilitas yang tersedia.
“Ini adalah bukti bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar jika diberikan kesempatan dan sarana yang tepat,” ujar Presiden Prabowo di sela-sela acara peresmian.
Reward Khusus: Peluang Studi dan Kerja ke Luar Negeri
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan kerja keras para siswa, Presiden Prabowo berencana memberikan beasiswa dan kesempatan khusus. Beliau berniat mengirimkan siswa-siswa yang mahir berbahasa asing tersebut ke luar negeri untuk melanjutkan studi atau bekerja.
Langkah ini diambil dengan tujuan:
Meningkatkan Daya Saing: Menyiapkan generasi muda yang kompetitif di kancah global.
Motivasi Pendidikan: Memberikan semangat bagi pelajar lain di seluruh Indonesia untuk terus berprestasi.
Investasi SDM: Mempersiapkan tenaga ahli masa depan yang memiliki wawasan internasional namun tetap berakar pada nasionalisme.
Presiden Minta Siswa Berbakat Menghadap
Secara khusus, Presiden meminta para siswa yang memiliki kemahiran bahasa asing tersebut untuk segera menghadapnya guna pendataan dan tindak lanjut program penghargaan ini.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia melalui penguasaan teknologi dan bahasa internasional adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan diperhitungkan di mata dunia.
Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan pemerintah kini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada hasil nyata (output) berupa siswa-siswi yang memiliki kecakapan global tanpa harus kehilangan jati diri sebagai putra-putri bangsa.
(*Drw)













