Program Makan Bergizi Gratis di Tulungagung: Siswa Diberi Pelajaran Khusus Ilmu Gizi

Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah: BGN Beri Klarifikasi
Implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan tak sesaui dengan laporan Badan Gizi Nasional (BGN)/net.

Faktababel.id, NASIONAL – Pemerintah terus memperkuat aspek edukasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi generasi muda. Di Tulungagung, Jawa Timur, fokus utama kini diarahkan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya asupan makanan sehat, Senin (12/1/2026).

Melalui terobosan penambahan jam pelajaran khusus ilmu gizi, diharapkan para siswa tidak hanya sekadar menikmati makanan yang disediakan. Lebih dari itu, mereka diajak untuk sadar akan dampak positif jangka panjang dari konsumsi sayuran, buah-buahan, dan susu bagi pertumbuhan tubuh serta kecerdasan otak mereka.

Guru Menjadi Ujung Tombak Sosialisasi Gizi

Berdasarkan Keppres terbaru tahun 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) kini berkoordinasi secara masif dengan 17 kementerian dan lembaga di bawah naungan Menko Pangan. Sinergi ini membawa perubahan signifikan pada peran tenaga pendidik di sekolah.

Kini, para guru bertransformasi menjadi ujung tombak dalam menyampaikan ilmu gizi secara langsung kepada siswa. Langkah integratif ini diambil agar sosialisasi gaya hidup sehat tidak hanya menjadi slogan, melainkan bagian tak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Libatkan Mahasiswa KKN Sebagai Penyuluh Desa

Untuk memastikan efektivitas program, BGN juga menggandeng pakar dari berbagai perguruan tinggi guna melakukan riset mendalam terkait pangan dan kesehatan masyarakat. Menariknya, kolaborasi ini juga menyasar sektor pengabdian masyarakat.

Mahasiswa yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan diterjunkan langsung sebagai penyuluh gizi di desa-desa. Tugas mereka meliputi:

  • Memberikan edukasi gizi kepada keluarga di tingkat pedesaan.

  • Membantu pemantauan kualitas pangan dalam program MBG.

  • Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang bergizi.

Dengan keterlibatan aktif dari akademisi, guru, hingga anak muda, diharapkan pemahaman mengenai gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih efektif, menciptakan fondasi kuat bagi generasi emas Indonesia yang lebih sehat.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *