Faktababel.id, NASIONAL – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kembali mengukuhkan posisinya di panggung internasional dengan masuk dalam daftar bergengsi “50 Companies to Watch” versi Bloomberg Businessweek (BBW) Global. Pengakuan ini dirilis pada Selasa (6/1/2026) dan menjadi sinyal kuat bagi investor global mengenai potensi pemulihan serta prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Dalam laporan tersebut, Bloomberg menyoroti nilai kapitalisasi pasar Telkom yang mencapai angka fantastis sebesar US$21 miliar. Prestasi ini menempatkan Telkom sebagai salah satu emiten telekomunikasi yang paling diperhatikan di pasar negara berkembang.
Proyeksi Pendapatan 2026: Tumbuh hingga US$9,2 Miliar
Optimisme pasar terhadap Telkom didorong oleh estimasi kinerja keuangan yang solid. Pada tahun 2026, pendapatan Telkom diprediksi akan mengalami pertumbuhan sebesar 3%, dengan total penjualan diperkirakan menyentuh angka US$9,2 miliar.
Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan manajemen dalam menjalankan efisiensi operasional dan adaptasi strategi bisnis di tengah persaingan pasar yang ketat. Analis Bloomberg, Chris Muckensturm, menilai bahwa transformasi yang dilakukan perusahaan saat ini mulai membuahkan hasil positif.
Strategi Transformasi di Bawah Angga Raka Prabowo
Salah satu poin kunci yang disoroti oleh analis adalah kepemimpinan Angga Raka Prabowo. Di bawah kendalinya, Telkom fokus pada pemulihan pendapatan segmen seluler yang sempat tertekan dalam dua tahun terakhir. Beberapa strategi utama yang dijalankan antara lain:
Penyesuaian Harga: Melakukan kalibrasi harga pada segmen entry-level untuk menjaga daya saing.
Paket Bundling: Agresif dalam mempromosikan paket bundling layanan data dan digital guna meningkatkan loyalitas pelanggan.
Efisiensi Digital: Mempercepat transformasi layanan menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kembali Average Revenue Per User (ARPU) dan memperkuat dominasi pasar Telkom di Indonesia. Pengakuan dari Bloomberg ini diharapkan dapat meningkatkan aliran modal asing ke saham TLKM seiring dengan membaiknya sentimen pasar modal nasional.
(*Drw)









