Faktababel.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam menangani dampak bencana alam yang melanda wilayah Sumatera. Dilansir pada Rabu (7/1/2026), Presiden secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh proses pemulihan wilayah, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga bantuan sosial, berjalan secara efektif, transparan, dan terorganisir di bawah satu komando.
Struktur Organisasi: Duet Tito Karnavian dan Richard Tampubolon
Dalam susunan organisasi Satgas ini, Presiden menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas. Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Letjen TNI Richard Tampubolon.
Penunjukan Mendagri didasari pada kapasitasnya dalam mengoordinasikan jajaran pemerintah daerah secara luas. Hal ini dianggap krusial mengingat bencana kali ini melanda tiga provinsi sekaligus. Selain itu, operasional Satgas akan berada di bawah pengawasan langsung Menko PMK yang menjabat sebagai dewan pengarah.
Prioritas Utama: Percepatan Pembangunan Hunian Pengungsi
Berbeda dengan proyek birokrasi biasa, fokus utama Satgas ini bukanlah pada tenggat waktu yang kaku, melainkan pada kecepatan eksekusi di lapangan. Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas bahwa prioritas utama adalah pembangunan hunian bagi para pengungsi.
Poin-poin fokus kerja Satgas:
Hunian Layak: Membangun kembali rumah warga yang rusak agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
Koordinasi Lintas Daerah: Memastikan distribusi bantuan di Aceh, Sumut, dan Sumbar tidak tumpang tindih.
Pemulihan Infrastruktur: Memperbaiki akses jalan dan fasilitas publik yang memutus mobilitas ekonomi warga.
Pemerintah ingin memastikan bahwa kehadiran negara dirasakan langsung oleh warga yang kehilangan tempat tinggal, dengan menjamin mereka segera mendapatkan hunian yang layak pasca-bencana.
(*Drw)













