Faktababel.id, NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak signifikan yang melampaui sektor kesehatan. Dalam kurun waktu satu tahun, program unggulan ini dilaporkan telah berhasil menyerap lebih dari 780 ribu tenaga kerja di berbagai pelosok Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa masifnya penyerapan tenaga kerja ini berjalan beriringan dengan pesatnya pembangunan infrastruktur pendukung program. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah resmi beroperasi di 38 provinsi.
“Tenaga kerja tersebut terlibat langsung dalam operasional dapur SPPG, mulai dari pengolahan bahan pangan, proses memasak, hingga tahap pendistribusian makanan kepada penerima manfaat,” ujar Dadan kepada media pada Selasa (6/1/2026).
Pemberdayaan 46 Ribu UMKM dan Rantai Pasok Lokal
Selain menciptakan lapangan kerja baru, Program MBG juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Tercatat lebih dari 46 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah terintegrasi ke dalam ekosistem program ini.
UMKM tersebut memegang peran vital sebagai pemasok bahan baku utama bagi dapur-dapur SPPG. Kolaborasi ini dinilai strategis karena:
Membangun Rantai Pasok Berkelanjutan: Menghubungkan produsen pangan lokal langsung dengan pasar yang pasti.
Pemberdayaan Ekonomi: Memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan meningkatkan skala bisnis mereka.
Kualitas Pangan Terjamin: Memastikan ketersediaan bahan pangan segar dan berkualitas bagi para penerima manfaat.
Menjangkau 55,1 Juta Penerima Manfaat
Hingga saat ini, cakupan Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 55,1 juta orang. Kelompok penerima manfaat ini terdiri dari balita, anak usia sekolah, serta ibu hamil dan menyusui.
Dadan menegaskan bahwa program ini merupakan fondasi krusial bagi tumbuh kembang anak sekaligus langkah konkret pemerintah dalam pencegahan stunting. Keberadaan SPPG di tingkat lokal tidak hanya memberikan nutrisi, tetapi juga peluang ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
“Program MBG adalah bagian penting menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkas Dadan.
Dengan sinergi antara kesehatan dan ekonomi, program ini diharapkan terus memperkuat ketahanan nasional secara jangka panjang.
(*Drw)









