Faktababel.id, NASIONAL – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi aset migas mereka di Venezuela pasca serangan Amerika Serikat yang memicu ketegangan politik. Meskipun situasi di negara Amerika Selatan tersebut sedang memanas, Pertamina menjamin bahwa seluruh staf dan operasional di sana berada dalam kondisi aman.
Pihak PIEP menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada dampak langsung terhadap infrastruktur fisik maupun personel di lapangan. Langkah-langkah preventif telah diambil guna memitigasi risiko di tengah ketidakpastian politik internasional yang sedang terjadi.
“Prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh personel di lapangan serta menjaga agar stabilitas operasional tetap terjaga,” tulis pernyataan resmi perusahaan pada Selasa (6/1/2026).
Pemantauan Intensif Aset Maurel & Prom (M&P)
PIEP terus melakukan pemantauan intensif terhadap aset Maurel & Prom (M&P), di mana Pertamina memegang saham mayoritas. Sebagai langkah antisipasi, manajemen PIEP juga telah menjalin komunikasi erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas untuk mendapatkan update situasi terkini secara real-time.
Aset di Venezuela sendiri merupakan bagian strategis dari portofolio migas internasional Pertamina yang kini tersebar di 11 negara. Ekspansi global ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia melalui sumber daya luar negeri.
Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Situasi Venezuela
Terkait rencana Amerika Serikat yang dikabarkan akan mengambil alih kendali sementara di Venezuela, Pemerintah Indonesia tetap konsisten mendorong solusi damai. Indonesia menekankan pentingnya dialog internasional dan kepatuhan penuh terhadap hukum kemanusiaan global.
Langkah ini diharapkan dapat meredakan tensi konflik sehingga investasi energi internasional, termasuk milik Pertamina, dapat terus beroperasi tanpa gangguan signifikan. Pertamina berkomitmen untuk terus mengikuti prosedur keselamatan standar internasional selama menjalankan misi ketahanan energi di mancanegara.
(*Drw)









