Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Serentak Mulai 8 Januari 2026

Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah: BGN Beri Klarifikasi
Implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan tak sesaui dengan laporan Badan Gizi Nasional (BGN)/net.

Faktababel.id, NASIONAL – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mulai dilaksanakan secara serentak pada 8 Januari 2026. Meskipun baru memasuki tahun baru, BGN menegaskan bahwa seluruh kesiapan teknis dan standar operasional telah terpenuhi sehingga tidak ada perubahan jadwal yang signifikan.

Langkah besar ini merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjamin kualitas layanan gizi bagi jutaan penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga kelompok masyarakat rentan di seluruh pelosok negeri.

Lompatan Infrastruktur: 19 Ribu SPPG Siap Beroperasi

Kunci dari pelaksanaan program masif ini adalah ketersediaan infrastruktur pendukung. Hingga akhir tahun 2025, BGN berhasil mencatatkan lompatan besar dengan membangun lebih dari 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Angka ini meningkat drastis dari yang awalnya hanya berjumlah 190 unit. Kehadiran ribuan SPPG ini menjadi pilar utama untuk melayani sekitar 55,1 juta orang di berbagai wilayah Indonesia secara serentak. Dengan infrastruktur yang merata, pemerintah optimis akses gizi tidak lagi hanya terpusat di perkotaan, tetapi menjangkau daerah terpencil.

Efek Ganda bagi Ekonomi Lokal dan Wilayah Pasca-Bencana

Program MBG tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik generasi muda, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi (multiplier effect). Program ini menjadi mesin penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan bahan pangan dari petani dan peternak di sekitar unit SPPG.

Bahkan, di wilayah yang sedang dalam masa pemulihan pasca-bencana seperti Aceh dan Sumatera, program ini menunjukkan fleksibilitasnya:

  • Layanan Pengungsi: Pengalihan layanan gizi tetap dilakukan bagi warga di tenda pengungsian.

  • Pemberdayaan Ekonomi: Tetap menjaga perputaran ekonomi masyarakat sekitar dengan membeli bahan baku lokal.

  • Stabilitas Gizi: Memastikan korban bencana tetap mendapatkan asupan nutrisi berkualitas meski dalam kondisi darurat.

“Infrastruktur ini menjadi pilar utama untuk melayani masyarakat secara serentak dan berkelanjutan,” tulis pernyataan resmi BGN pada Selasa (6/1/2026). Dengan dimulainya program ini pada 8 Januari mendatang, Indonesia memulai langkah baru menuju penguatan kualitas sumber daya manusia yang lebih tangguh dan sehat.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *