Faktababel.id, NASIONAL – Pasar Harga Minyak Mentah Global resmi ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (19/12/2025). Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran para investor mengenai potensi sanksi tambahan terhadap sektor energi Rusia serta hambatan distribusi dari Venezuela. Kondisi geopolitik yang memanas membuat harga komoditas ini tetap fluktuatif di penghujung tahun 2025.
Blokade terhadap kapal tanker minyak di Venezuela saat ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Jika blokade ini terus berlanjut, produksi minyak di kawasan tersebut terancam berhenti total karena ketiadaan tujuan pengiriman yang jelas.
Berdasarkan data pasar, diperkirakan sekitar 600.000 barel per hari ekspor minyak terpengaruh oleh krisis ini. Sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan pasokan yang ditujukan untuk pasar China, sehingga gangguan ini sangat berdampak pada Pasokan Energi Dunia.
Ancaman Sanksi Tambahan dan Pasokan Energi Dunia
Di sisi lain, Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario sanksi tambahan jika kesepakatan damai terkait konflik Ukraina tidak segera tercapai. Langkah ini menambah beban sentimen negatif terhadap ketersediaan minyak di pasar internasional.
Selain Amerika Serikat, Inggris juga telah menjatuhkan sanksi kepada puluhan entitas minyak Rusia. Rentetan kebijakan ini memicu kekhawatiran akan semakin ketatnya Pasokan Energi Dunia dalam jangka panjang.
Berikut adalah poin-poin krusial yang mempengaruhi harga minyak saat ini:
Potensi sanksi baru AS terhadap sektor energi Rusia yang kian nyata.
Blokade tanker di Venezuela mengancam ekspor 600.000 barel per hari.
Sanksi Inggris terhadap puluhan entitas minyak Rusia mempersempit ruang gerak pasokan.
Ketegangan geopolitik membuat analis menilai harga minyak saat ini masih berada di bawah nilai wajar (undervalued).
Ketidakpastian ini membuat para analis memprediksi bahwa harga energi akan terus mengalami tekanan beli hingga awal tahun depan. Fokus pasar kini tertuju pada kebijakan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) serta resolusi konflik di Eropa Timur untuk menstabilkan kondisi pasar.
(*Drw)













